Kamis, 07 Mei 2009

Rabu, 06 Mei 2009

Si Bayangan Hitam

Wuuussshhh! Sebuah bayangan hitam berkelebat cepat, berzigzag mendahului motor Wa'ong dari sisi kiri. Sedikit lagi, maka si Bayangan Hitam itu akan menyerempet si Dawuk, motor kesayangan Wa'ong. "Diamput!", umpat Wa'ong kaget. Ia dapat memprediksi kecepatan si Bayangan Hitam itu sekitar 100 km per jam, 40 kilometer di atas kecepatannya saat ini. Merasa kesal, Wa'ong segera tancap gas mengejar si Bayangan Hitam yang tidak punya sopan santun itu. Begitu dekat, Wa'ong terkesiap ketika mengetahui bahwa si Bayangan Hitam itu adalah seorang perempuan!

Perempuan hitam itu memang benar-benar hitam segala-galanya. Motornya matic hitam. Jaketnya hitam. Celananya hitam. Sepatunya hitam. Sarung tangannya hitam. Helm dan kacanya hitam. Rambutnya yang lurus melambai ditiup angin itu juga hitam. Wa'ong jadi panas hatinya. Ia merasa, bahwa yang berhak mengenakan atribut hitam-hitam itu sebenar-benarnya ya cuma dirinya di sepanjang jalan Parung-Cinere-Pondok Labu-Fatmawati. Bukankah dia dikenal dengan julukan Black Widow Lover? Ketua organisasi The Black Fire and Clouds Bikers Community?

Seperti tahu kalo dibuntuti, si Bayangan Hitam mempercepat laju motornya di tengah arus lalu lintas yang mulai menggeliat ramai pagi itu. Zig-zagnya yang semakin menggila membuat hati Wa'ong tambah panas. Si Dawuk, motor tua terbitan tahun 98 yang setia menemaninya sejak kuliah itu tambah digenjot sejadi-jadinya, namun tak juga mampu mengejar si Bayangan Hitam. Sebagai Biker berpengalaman, Wa'ong tak mau terpancing ugal-ugalan. Menjelang tikungan setan memasuki jalan lurus Cinere, Wa'ong melambatkan kendaraannya. Dan si Bayangan Hitam menghilang di tengah keramaian lalu lintas pagi itu.

Sudah sebulan ini Wa'ong mengambil jalan Parung-Cinere sebagai alternatif pengganti jalan Mampang-Pondok Labu yang rusak parah. Dan tiga minggu belakangan, bayangan hitam itu selalu membalap motornya dari arah kiri dengan kecepatan tinggi selepas pertigaan Parung Bingung. Wa'ong benar-benar penasaran. Tak pernah si Dawuk mengecewakannya selama ini. Motor tuanya itu sudah dimodifikasi sedemkian rupa agar dapat berlari kencang dan lincah, namun sudah tiga minggu ini, si Dawuk tak juga bisa mengejar si Bayangan Hitam itu.

Pagi itu Wa'ong mengedarai si Dawuk dengan santai, ia bertekat tak lagi mau terpancing si Bayangan Hitam. Namun ia heran karena sudah jauh melewati tikungan Parung Bingung tapi si Bayangan Hitam tak juga datang membalap dirinya. Di saat hatinya bingung bertanya-tanya, tiba-tiba ia melihat si Bayangan Hitam sedang jongkok di sisi motornya di pinggir jalan, kaca helmnya terbuka menampakkan wajah elok si Bayangan Hitam yang bertolak belakang dengan penampilannya yang serba hitam. Terdorong oleh jiwa kesetiakawanan sesama Biker, Wa'ong segera menepikan motornya.

"Kenapa mbak?", tanya Wa'ong sopan, padahal hatinya meronta antara rasa penasaran, senang, dan penuh harap.

"Nggak tahu nih mas, tau-tau mati aja nih motor.", jawab si Bayangan Hitam menatap Wa'ong dengan wajah sedih.

Deg! jantung Wa'ong berdesir saat mata belok si Bayangan Hitam yang bening sejuk bak air sungai pegunungan itu sayu menatap mata merahnya. Maka tanpa banyak bicara, Wa'ong segera turun tangan. Dasar Biker kawakan, sebentar saja motor si Bayangan Hitam hidup kembali.

"Terima kasih ya mas.", senyum si Bayangan Hitam yang sudah melepas helmnya.

Tiba-tiba sebuah ciuman lembut mendarat di pipi Wa'ong. Bersamaan dengan itu Wa'ong terbangun. "Diamput!", umpat Wa'ong menyesali mimpinya yang terputus.

Begitulah, sudah lima malam berturut-turut Wa'ong selalu memimpikan si Bayangan Hitam. Anehnya mimpi Wa'ong seperti untaian kisah. Mimpi kenalan, jalan-jalan, dan kemudian pacaran. Dan seperti yang sudah-sudah, begitu sebuah ciuman mendarat di pipinya, Wa'ong tergagap, bangun, dan secara otomatis mulutnya mengumpat, "Diamput!".

Wa'ong kini bingung. Wajahnya kuyu dan pikirannya kusut. Di pagi hari ia selalu gagal mengejar si Bayangan Hitam. Tapi di malam harinya, di dunia mimpi, mereka sudah sedemikian akrab layaknya berpacaran. Wa'ong bagai mengejar bayangannya sendiri. Sedemikian dekat, tetapi tak bisa dipegang.

Hari Minggu pagi itu, Wa'ong bergerak mencari informasi si Bayangan Hitam. Iseng-iseng ia makan bubur ayam yang mangkal di dekat tikungan Parung Bingung. Semalam adalah mimpi terindahnya dengan si Bayangan Hitam. Wa'ong dan si Bayangan Hitam berjanji akan sehidup semati selamanya.

"Bang, kenal perempuan hitam-hitam yang suka naik motor lewat sini pagi-pagi nggak?", tanya Wa'ong sambil menikmati semangkuk bubur ayam lezat yang masih hangat.

"Maksudnya perempuan yang pakai matic hitam?", tanya Tukang Bubur terkejut.

"Iya, kenapa Bang?", tanya Wa'ong tak sabaran sambil menyebutkan sebuah nama, nama si Bayangan Hitam.

"O, perempuan itu tinggal di kampung belakang situ mas. Tapi dia sudah meninggal karena kecelakaan di tikungan situ satu setengah bulan yang lalu, ketabrak motor lain yang lagi balapan.", Tukang Bubur itu memberikan penjelasan panjang lebar.

"Sayang mas, padahal ia masih muda, masih perawan, dan cantik lagi.", lanjut Tukang Bubur sambil memberikan air minum ke Wa'ong.

Wa'ong terpana, seketika nafsu makannya hilang dan jantungnya berdetak kencang. Ia teringat pada janjinya untuk sehidup semati dengan si Bayangan Hitam itu semalam.

Badai Matahari 2011

Badai Matahari 2011 Dijadikan Isu Kiamat

Badai Matahari Tahun 2012

Badai Matahari Tahun 2012

Ramalan akan adanya kiamat pada 2012 dari suku Maya sebenarnya belum diketahui dasar perhitungannya. Namun, isu kiamat ini sudah menyebar luas lewat media Internet melalui “badai matahari” yang diprediksi terjadi tahun 2011-2012.

Menurut sumber space.com, badai marahari adalah fenomena alam yang terjadi pada matahari ketika terlemparnya proton dan elektron akibat aktivitas magnetik matahari yang biasanya terjadi 11 tahun sekali. Jadi puncak aktivitas matahari pernah terjadi pada 1979, 1989, dan 2000. Akibat aktivitas magnetik tersebut, gelombang magnetik yang mengarah ke bumi menghalangi sinyal-sinyal komunikasi.

Oleh karena itu seluruh alat komunikasi yang menggunakan sinyal elektromagnetik tidak bisa berfungsi dengan baik termasuk ponsel dan Global Positioning System (GPS). Para ahli menyatakan bahwa aktivitas semburan badai matahari ini terus meningkat setiap periodenya dan puncaknya akan terjadi pada tahun 2011 atau 2012.

Bahkan Fenomena ini juga sangat berpengaruh pada pembangkit listrik jika terus dinyalakan pada saat badai berlangsung karena medan magnet bumi yang tidak stabil. Jika pembangkit listrik tersebut rusak maka dibutuhkan waktu sekira 2 tahun untuk membangunnya kembali. Hal ini memaksa masyarakat untuk kembali hidup tanpa listrik hingga pembangkit listrik baru selesai dibangun.

Pakar Antariksa dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Dr thomas Djamaluddin, menegaskan, badai matahari yang diprediksikan kemunculannya sekitar tahun 2011-2012 tersebut tidaklah menimbulkan kiamat. Badai matahari tidak berdampak langsung pada manusia, namun tetap berdampak pada benda-benda astronomi yang berada di sekitarnya.(Sumber:global)

Misteri Peti Mati yang Berpindah

Kuburan Misterius

Kuburan Misterius

Sebuah fenomena berbau supranatural yang tak terpecahkan pernah terjadi di Pulau Barbados. Tentang peti mati yang senantiasa bergerak di sebuah kuburan keluarga. Apakah yang sebenarnya yang terjadi? Apakah aktivitas arwah penasaran atau anomali alam?

Kisah misteri yang tercatat dalam sejarah ini terjadi kira-kira dua abad lampau, namun peninggalannya masih terlihat utuh hingga tahun ini. Peristiwanya sempat menggegerkan penduduk Barbados di kepulauan Karibia, Samudera Atlantik. Memancing campur tangan gubernur setempat dan penulis novel detektif, petualangan dan misteri terkenal Sir Arthur Conan Doyle.

Kejadian berawal dari sebuah distrik Christ Church dekat kota Oistins di ujung selatan Pulau Barbados. Keluarga Walronds, sebuah keluarga petani/pekebun gula yang makmur, membangun sebuah area makam keluarga. Seorang anggota keluarag tersebut James Elliot membangun makam itu dari susunan pahatan batu sedemikian rupa dengan pintu penutup yang terbuat dari marmer pualam terpilih. Makam itu demikian kokoh dan bagus, sehingga lebih mirip miniatur benteng.

Makam itu pernah ditandai dengan tulisan “Yang Mulia James Elliot, Esq., meninggal pada 14 Mei 1724, putra Yang Mulia Richard Elliot, Esq. dan suami dari Elizabeth, putri Yang Mulia Thomas Walronds, Esq.” Namun tidak diketahui persis apakah Elliot memang benar dikubur di sana, sebab tidak ada bekas jasad atau peti matinya. Makam batu di bawah tanah itu ditemukan kosong pada 31 Juli 1807, saat jenazah Mrs. Thomasina Goddard dimakamkan di sana.

Kejadian Aneh
Namun entah mengapa, setahun kemudian (1808), makam batu tersebut diambil alih oleh Keluarga Chase, seorang petani yang memiliki banyak budak. Makam tersebut diklaim sebagai miliki mereka. Salah satu pemiliknya adalah Kolonel Thomas Chase, seorang tuan kebun yang dikenal kejam pada budak-budaknya.

Makam itu digunakan keluarag Chase pertama kali untuk memakamkam Mary Anna Maria Chase, putri usia 2 tahun yang meninggal dunia dan dimakamkam pada 22 Februari 1808. Jenazah ditempatkan pada peti mati berbasis timah.

Lalu jenazah Dorcas Chase, putri tertua Thomas, juga ditempatkan dalam peti mati terbuat dari timah dikuburkan dimakam tersebut pada 6 Juli 1812. Isu beredar, Dorcas menderita stress dan mogok makam hingga tewas (bunuh diri), sebagai tindakan protes pada perlakuan ayahnya yang kejam.

Sebulan setelah itu, Kolonel Thomas Chase pun meninggal dunia. Jenazahnya ditempatkan dalam peti mati kayu. Pada 9 Agustus 1812 keluarga Chase segera menyiapkan makam yang sama untuk sang ayah. Namun saat pintu kubur dibuka, mereka terkejut luar biasa. Kedua peti jenazah kedua anak perempuan itu sudah berubah posisi. Tadinya diletakkan secara horisontal, kini menjadi vertikal dengan bagian kepala menghadap ke bawah. Sementara di sekitar area pemakaman tidak terlihat bekas-bekas dibuka paksa atau jejak manusia.

Dengan terheran-heran, kedua peti jenazah kembali dirapikan. Peti jenazah Thomas Chase ditempatkan bersisian dengan peti jenazah kedua putrinya. Lalu pintu batu pualam ditutup kembali.

Empat tahun kemudian, pada 25 September 1816, makam kembali dibuka untuk pemakaman Master Samuel Brewster Ames, seorang anggota keluarga Chase termuda usia 11 bulan. Ternyata susunan ketiga peti jenazah di dalam makam batu itu sudah berubah lagi. Peti jenazah Thomas, yang paling tidak harus diangkat delapan lelaki dewasa, tampak tersandar di dinding dalam makam. Begitu pun peti-peti itu kembali disusun seperti sediakala.

Kejadian demi kejadian di makam keluarga ini mengejutkan semua orang. Pada 17 Juli 1819, jenazah Thomassina Clarke, akan dimakamkan di kubur batu itu. Sementara isu sudah beredar mengenai keanehan di sana. Kali ini banyak orang yang berkerumun ingin tahun di depan area makam. Ketika pintu makam dibuka, kejadian itu kembali terulang. Peti-peti jenazah di dalam makam sudah berpindah tempat dalam keadaan yang berantakan.

Peristiwa yang terjadi berkali-kali itu menghebohkan distrik Christ Church. Kabar tak sedap tersiar. Bahwa jenazah keluarga Chase tak diterima bumi, atau tentang kutukan yang menimpa keluarga itu, sampai soal arwah-arwah yang murka!

Segel Gubernur
Lord Combermere, Gubernur Barbados, memutuskan untuk menangani langsung persoalan itu. Karena wilayah Barbados termasuk daerah yang sangat taat beragama. Isu soal supranatural adalah persoalan sensitif. Saat makam dibuka (tahun 1819) ia melakukan pemeriksaan dan sangat terkejut ketika melihat lima peti jenazah itu terlihat berantakan susunannya, kecuali peti jenazah Ny. Thomasina Goddard yang mulai melapuk.

Gubernur kemudian memerintahkan sejumlah pekerja untuk menyusun ulang posisi peti-peti jenazah keluarga Chase. Ia mengawasi langsung pekerjaan itu, hingga akhirnya pintu makam ditutup kembali. Untuk menyakinkan seluruh penduduk, ia menempatkan segel di pintu makam.

Namun sejumlah laporan kemudian diterimanya tentang suara-suara gaduh dan misterius dari dalam makam batu tersebut. Pada 18 April 1820, ia ditemani pejabat daerah Walikota J Finch, Natahan Lukas, Robert Boucher Clarke, Rowland Cotton, Thomas Orderson menilik makam yang semakin sarat isu itu.

Ketika diperiksa segel tidak terbuka, sementara susunan peti di dalam kubur terlihat berantakan. Lapisan pasir yang menutup lantai makam tak menyisakan jejak atau bekas apa pun. Setelah menuliskan dalam laporan resmi ia kemudian memutuskan untuk mengosongkan makam tersebut. Hal ini untuk menghilangkan isu soal arwah penasaran dan isu lain yang buruk bagi wilayahnya. Sejak itu makam batu tersebut kosong dan tetap terbuka hingga hari ini… (berbagai sumber)*
Upaya Menguak Misteri
Entah mengapa, makam batu (tombstone) keluarga Chase menjadi salah satu fenomena yang menarik bagi dunia. Sejumlah turis yang tertarik aktivitas paranormal kemudian banyak yang mengunjungi lokasi makam tersebut. Berbagai upaya untuk menguak misterinya pun dilakukan.

Sejumlah laporan dan saksi mata menyatakan bahwa makam tersebut sama sekali tidak pernah diganggu. Walau pun ada anggapan kemungkinan kaum budak kulit hitam terlibat dalam upaya balas dendam terhadap keluarga Chase, namun bukti mengacu tidak ada bukti aktivitas manusia dalam kejadian di dalam makam. Bahkan ketika gubernur menyegel pintu, segel sama sekali tidak rusak. Seandainya orang memaksa masuk, tentulah segel akan terbuka.

Penelitian lain juga menjelaskan bahwa tidak ada kemungkinan aktivitas banjir yang memungkinkan perpindahan peti-peti mati itu. Sementara jika pergeseran terjadi akibat gempa, tidak bukti aktivitas gempa di sekitar tempat itu. Karena hal yang berubah hanyalah yang berada didalam makam batu tersebut saja.

Misteri ini juga mengundang seorang pengarang terkenal dengan kisah Detektif Sherlok Holmes dan The Lost World yakni Sir Arthur Conan Doyle. Setelah melakukan kunjugan ke situs makam tersebut ia menduga kejadian perpindahan peti-peti jenazah itu berkaitan dengan kekuatan supernatural. Menurutnya kekuatan gaib itu melakukan tindakan protes karena peti-peti jenazah di makam tersebut dibuat dari basis logam dan timah. Logam akan menahan proses pembusukan yang alami.

Teori ini diajukan oleh Conan Doyle atas pertimbangan bahwa peti jenazah Thomasi Goddard yang seluruhnya terbuat dari kayu sama sekali tak terusik. Hanya peti-peti jenazah keluarga Chase saja yang mengalami perubahan-perubahan posisi.

Ada banyak teori lain yang diajukan, namun semuanya tetap tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Selama 180 tahun lebih sejumlah wartawan, peneliti dan penulis tertarik pada misteri di makam batu itu. Puluhan buku membahas persoalan itu… dan makam batu itu menjadi salah satu misteri besar yang belum terpecahkan. Apakah yang sebearnya terjadi di dalam ruang yang gelap, lembab dan pengab itu? (alya-vocuznet)

Ular dan Manusia

Ular dan Manusia

Anaconda dan Manusia

Anaconda dan Manusia

Dalam kitab-kitab suci, ular kebanyakan dianggap sebagai musuh manusia. Dalam Alkitab (Perjanjian Lama) diceritakan bahwa Iblis menjelma dalam bentuk ular, dan membujuk Hawa dan Adam sehingga terpedaya dan harus keluar dari Taman Eden. Dalam kisah Mahabharata, Kresna kecil sebagai penjelmaan Dewa Wisnu mengalahkan ular berkepala lima yang jahat. Dalam salah satu Hadits Rasulullah saw. pun ada anjuran untuk membunuh ‘ular hitam yang masuk/berada di dalam rumah’.

Anggapan-anggapan ini, bagaimanapun, turut berpengaruh dan menjadikan kebanyakan orang merasa benci, jika bukan takut, kepada ular. Meskipun sesungguhnya ketakutan itu kurang beralasan, atau lebih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang umumnya terhadap sifat-sifat dan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh ular. Pada kenyataannya, kasus gigitan ular –apalagi yang sampai menyebabkan kematian– sangat jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kasus kecelakaan di jalan raya, atau kasus kematian (oleh penyakit) akibat gigitan nyamuk.

Pada pihak yang lain, ular pun telah ratusan atau ribuan tahun dieksploitasi dan dimanfaatkan oleh manusia. Ular kobra yang amat berbisa dan ular sanca pembelit kerap digunakan dalam pertunjukan-pertunjukan keberanian. Empedu, darah dan daging beberapa jenis ular dianggap sebagai obat berkhasiat tinggi, terutama di Tiongkok dan daerah Timur lainnya. Sementara itu kulit beberapa jenis ular memiliki nilai yang tinggi sebagai bahan perhiasan, sepatu dan tas. Seperti halnya biawak, kulit ular (terutama ular sanca, ular karung, dan ular anakonda) yang diperdagangkan di seluruh dunia mencapai ratusan ribu hingga jutaan helai kulit mentah pertahun.

Dalam kenyataannya, ular justru kini semakin punah akibat aneka penangkapan, pembunuhan yang tidak berdasar, serta kerusakan habitat dan lingkungan hidupnya. Ular-ular yang dulu turut serta berperan dalam mengontrol populasi tikus di sawah dan kebun, kini umumnya telah habis atau menyusut jumlahnya.

Manusia sebenarnya tidak usah takut pada ular karena ular sendiri yang sebenarnya takut pada manusia. Ular tidak dapat mengejar manusia, gerakannya yang lamban bukan tandingan manusia. Rata-rata ular bergerak sekitar 1,6 km per jam, jenis tercepat adalah ular mambaa di Afrika yang bisa lari dengan kecepatan 11 km per jam. Sedangkan manusia, sebagai perbandingan, dapat berlari antara 16-24 km per jam.

Seekor Kucing Kembali

Kucing

Kucing

Seorang perempuan warga Birmingham Inggris merasa senang, setelah kucingnya yang hilang sembilan tahun lalu dikembalikan oleh petugas koleksi binatang. Seperti diberitakan Reuters, Kamis (11/9/2008), Dixie, nama kucing berusia 15 tahun tersebut hilang pada 1999 dan pemiliknya mengira Dixie tewas karena tertabrak mobil.

Dixie ditemukan kurang dari 1 km dekat rumah majikannya di Birmingham. Seorang warga melaporkan ada kucing berkeliaran di sekitar rumahnya kepada petugas RSPCA Animal Collection.

Petugas RSPCA Animal Collection Alan Pittaway menyatakan, ia mengecek microchip yang tergantung pada leher kucing tersebut dan ternyata itu Dixie. Setelah itu, Pittaway langsung mengembalikannya kepada sang pemilik Alan dan Gilly Delaney.

“Selama 29 tahun bekerja di RSPCA, saya baru melihat seseorang sangat bahagia saat bertemu dengan hewan peliharaanya yang telah hilang, seperti Delaney,” kata Pittaway.

“Kepribadian, sikap, dan kesopanan Dixie sama sekali tak berubah meski sudah berpisah lama,” ungkap Gilly Delaney. Berdasarkan kejadian ini, RSPCA merekomendasikan agar pemilik melengkapi binatang kesayangannya dengan microchip.
Sumber : Global

Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda: Misteri di Samudera Atlantik

Ini merupakan satu misteri besar dalam sejarah. Sebuah wilayah di kawasan Samudera Atlantik yang menelan banyak korban. Dilaporkan ratusan kapal laut dan pesawat udara hilang di areal ini, lenyap sama sekali tanpa bekas. Zona maut yang dikenal sebagai Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)!

Zona itu membentuk segitiga imajiner seluas 4 juta km persegi. Segitiga itu akan terbentuk di peta seandainya sebuah garis ditarik dari Kepulauan Bermuda (teritorial Inggris) sebagai titik di wilayah utara; menuju ke Puerto Rico (AS) sebagai titik di selatan; kemudian diteruskan ke Miami (Negara Bagian Florida, AS) sebagai titik di barat; dan garis terakhir ditarik dari Miami menuju Kepulauan Bahama.

Kisah tentang keanehan di kawasan Samudera Atlantik itu tidak diketahui pasti sejak kapan persisnya, namun berbagai cerita yang berkembang merujuk sejak masa pelayaran pertama melintasi daerah barat daya Kepulauan Bermuda.

Bahkan Christopher Columbus pernah mencatat misteri yang terjadi di sini dalam pelayaran penjelajahan samuderanya. Tahun 1942, saat Colombus bergerak menuju Amerika, ia melintasi Samudera Atlantik yang termasuk kawasan Segitiga Bermuda. Ia mencatat tentang laut yang tampak aneh walau cuaca tampak baik. Kompas kapal-nya tiba-tiba mengalami kekacauan, berputar tak tentu arah. Colombus mencatat, pada suatu malam kru kapalnya melihat pijar bola-bola api di angkasa yang menghujam laut. Namun seluruh pelayaran Colombus terbilang aman.

Menurut catatan lain, sebuah kapal Atlanta berbendera Inggris (1880) dilaporkan lenyap dikawasan Segitiga Bermuda.
Seluruh penumpang berjumlah ratusan pelaut dan perwira AL Inggris lenyap tak berbekas. Lalu Oktober 1951, kapal tanker Southern Isles lenyap ketika berlayar dalam konvoi. Iring-iringan kapal lain hanya melihatnya cahaya kapal itu terakhir kali sebelum hilang tanpa bekas. Insiden lain kapal tanker Southern Districts tenggelam dengan cara yang sama pada Desember 1954. Ia hilang tanpa meninggalkan SOS ketika berlayar melintasi wilayah Segitiga Bermuda menuju utara arah South Carolina.

Masih banyak lagi kapal-kapal laut yang dilaporkan hilang di wilayah yang juga dijuluki Segitiga Setan (Devil’s Triangle) itu. Tak kurang dari ratusan kapal lenyap tanpa bekas sama sekali. Dan bukan hanya kapal-kapal laut, pesawat terbang juga tak luput dari naas.

Sebut saja yang terbesar adalah hilangnya satu skuadron pesawat latih AL AS, Flight 19 pada 5 Desember 1945. Lima pesawat pembom Grumman TMB-3 Avenger itu lenyap beserta 14 pilot dan kru-nya. Satu insiden dalam dunia penerbangan yang paling menghebohkan. Bahkan satu pesawat amfibi PBM Mariner yang mengemban misi penyelamatan kelima pesawat itu mengalami nasib serupa, hilang di Segitiga Bermuda sekitar beserta 13 kru dan tim SAR.

Semua kapal laut atau pesawat udara yang dilaporkan hilang di Segitiga Bermuda, memang tidak pernah ditemukan bangkainya bahkan seluruh korban manusianya juga hilang tanpa bekas. Inilah yang membuat banyak ahli pusing dan berspekulasi mengenai sebab musabab peristiwa seperti itu bisa terjadi.

Beberapa Teori Penjelasan
Sampai tahun 1999 saja, tercatat masih ada kapal modern berukuran besar yang hilang tanpa jejak di Segitiga Bermuda. Banyak teori yang kemudian dihubung-hubungkan dengan peristiwa yang terjadi di Segitiga Bermuda. Kenyataannya, misteri di Segitiga Bermuda belum jua terkuak hingga kini.

Dari sekian banyak teori, ada yang menyebutkan teori pelengkungan waktu, medan gravitasi terbalik, abrasi atmosfer, teori anomali magnetik-gravitasi. Di samping itu masih ada teori tentang fenomena gempa laut, serangan gelombang tidal, hingga lubang hitam (black-hole) yang hanya terjadi di angkasa luar sana. Dan ada juga yang menghubungkannya dengan UFO dan menghilangnya Benua Atlantis.

Dari sekian banyak konsep dan teori yang berupaya menjelaskan fenomena alam itu, justru Lawrence David Kusche memberikan penjelasan kontroversial. Dalam bukunya The Bermuda Triangle Mystery Solve (1975), Kusche mematahkan semua anggapan dan teori spekulasi yang diajukan terhadap Segitiga Bermuda. Ia lebih menganggap peristiwa yang terjadi di kawasan itu terlalu dibesar-besarkan.

Beberapa kesimpulan Kusche: kapal-kapal dan pesawat terbang yang dilaporkan hilang di daerah tersebut tidak begitu besar secara signifikan bila dibandingkan dengan yang terjadi di belahan samudera lainnya. Ia menyatakan, dalam daerah yang sering mengalami badai tropis, jumlah yang hilang itu sebagian besarnya tidaklah begitu menyolok ataupun bersifat misterius.

Kusche beranggapan, angka-angka yang menunjukkan jumlah korban itu sendiri cenderung membesar-besarkan hasil riset. Misalnya, sebuah kapal boat dinyatakan hilang, namun akhirnya dia kembali dan tidak dilaporkan. Ia juga “menyindir” para penulis yang terlalu membesar-besarkan perihal misteri di Segitiga Bermuda walau datanya kurang atau karena salah tafsir demi kepentingan sensasi.

Apapun ceritanya, setidaknya Segitiga Bermuda tetap menyimpan misteri. Banyak ahli masih mengkaji fenomena alam ini. Masih diperlukan penjelasan ilmiah yang bisa menjawab semua pertanyaan besar itu tanpa keraguan. (berbagai sumber)

Lenyapnya Flight 19!
Satu kisah yang mengubah mitos Segitiga Bermuda adalah misteri hilangnya Flight 19. Skuadron 5 pesawat pembom AL AS itu hilang tanpa jejak di kawasan Segitiga Bermuda saat melakukan latihan rutin. Bahkan satu pesawat amfibi tim penyelamat pertama yang mencoba mencarinya juga dilaporkan hilang beserta seluruh kru dan tim SAR.

Hari itu 5 Desember 1945. Di Naval Air Station Fort Lauderdale (pangkalan udara AL AS), Florida, lima pesawat pembom TBM Avenger dipersenjatai dan bahan bakar diisi penuh untuk penerbangan lima jam. Kru darat melaporkan kelima pesawat pembom itu laik terbang dan kondisi mesinnya prima. Kelimanya dipersiapkan untuk latihan terbang tempur rutin.

Pukul 14.10, kelima pesawat itu dengan kode penerbangan Flight 19 lepas landas dari pangkalan dengan pilot pelatih Letnan Charles Taylor yang juga menjadi komandan penerbangan. Taylor dikenal sebagai pilot tempur yang cakap dan berpengalaman pada perang Pasifik melawan Jepang di masa Perang Dunia II. Ia akan melatih 14 pilot, navigator dan juru tembak pesawat melakukan manuver tempur dan pemboman di sekitar Samudera Atlantik.

Misi latihan ini melewati rute penerbangan ke timur sejauh 56 mil menuju Beting Hens and Chickens, di selatan Grand Bahama untuk melakukan latihan pemboman rendah sebelum manuver ke 67 mil ke timur, 73 mil ke utara dan lantas 120 mil kembali ke pangkalan di Lauderdale.

Hari itu cukup cerah. Bagian pertama misi berlangsung lancar sampai sesi pengeboman di Beting Hens and Chickens sekitar pukul 14.30. Pada pukul 14.40 seluruh formasi pesawat bergabung kembali dan mengarah ke timur menuju Great Stirrup Cay yang terletak 67 mil mengarah ke timur dan 113 mil ke timur Florida.

Awal Tragedi
Sekitar pukul 15.10 mereka menuju ke arah baratdaya. Dari sini komunikasi sesama pesawat latih terdengar membingungkan. Kru darat yang memantau latihan menafsir bahwa telah terjadi sesuatu di atas sana, namun ia belum mendapat konfirmasi dari komandan latih yakni Lt Taylor.

Pukul 15.45, Letnan Robert Cox, instruktur penerbangan senior yang sering terbang mengitari Fort Lauderdale dan bergabung dengan skuadron latih, memantau Flight 19. Ia mendengarkan prosesi latihan melalui radio komunikasi yang mulai kacau.

Pukul 16.00, Letnan Taylor mengontak Letnan Cox bahwa kedua kompas miliknya rusak dan ia kehilangan arah penerbangan. Lewat radio ia memberitahu bahwa pesawatnya berusaha untuk kembali ke Fort Lauderdale dan kemungkinan sedang melintas di Florida Keys. Namun, ia tak bisa memastikan arah penerbangan untuk kembali ke pangkalan.

“Saya berada di ketinggian 2.300 kaki. Jangan datang kemari.” Letnan Taylor merasa yakin bahwa dia sudah berada di kawasan Florida Keys yang mengarah menuju utara ke Teluk Meksiko.
Dipantau ketat melalui radio, setelah terbang ke utara selama sejam, Taylor kembali ke arah timur yang diyakininya akan membawa seluruh skuadron kembali ke arah Florida menuju pangkalan. Waktu berlalu dan senja mulai menyarungi angkasa, namun kelima pesawat belum juga mendarat di pangkalan.

Saat malam menjelang, pada pukul 18.04 transmisi radio terakhir terdengar dari Flight 19 yang mengindikasikan mereka berada di utara Bahama dan jauh di timur Florida. Letnan Taylor menyatakan bahwa bahan bakar pesawat pembom yang mereka terbangkan semakin menipis.

Pada 18.20, Taylor berinisiatif untuk meneruskan perjalanan ke arah timur. Ia memberi perintah darurat kepada seluruh pilot untuk merapatkan formasi agar bisa saling memantau. Lalu terdengar transimisi terakhir yang terpotong-potong: “Kita akan mendarat begitu melihat daratan… jika bahan bakar tinggal 10 galon, maka kita melakukan pendaratan di laut…”. Pada masa genting ini komunikasi radio dengan Flight 19 mengalami gangguan. Suaranya tak jelas kabur dan akhirnya menghilang. Suara terakhir yang terpantau adalah: “We are entering white water…, nothing seems right. We don’t know where we are, the water is green, no white….”

Misi Pencarian
Sampai pukul 19.00 ternyata tidak ada kabar lagi dari Flight 19. Kru darat di Fort Lauderdale kemudian meminta bantuan seluruh penerbangan AL AS untuk melakukan pencarian. Panggilan darurat itu dijawab dengan mempersiapkan sebuah pesawat amfibi Martin PBM Mariner dengan tim SAR laut militer. Semua kru dan tim berjumlah 13 orang.

Pukul 19.47, pesawat itu mengudara dan menjalankan misi pencarian. Namun naas, 23 menit setelah mengudara transmisi radio dari pesawat pencari ke darat tiba-tiba terputus. Dan tidak ada kabar mengenai pesawat tersebut. Belakangan ada laporan dari dua tanker yang berlayar di sekitar perairan tersebut bahwa mereka melihat bola api menghujam ke laut. Namun setelah mendekat ke arah jatuhnya bola api, mereka hanya menemukan sejumput genangan minyak tanpa ada bekas lain.

Pencarian berskala besar pun dilakukan yang berlangsung hingga 10 Desember 1945. Dilakukan penyisiran di seluruh kawasan yang mungkin bisa dilalui Flight 19, namun hasilnya tetap nihil.
Misi pencarian ini adalah yang terbesar dalam sejarah yang melibatkan ratusan kapal laut dan pesawat udara. Namun, kelima pesawat dalam Flight 19 tidak ditemukan jejaknya sama sekali begitu juga pesawat penyelamat PBM Mariner. Belakangan disimpulkan, pesawat penyelamat yang hilang itu diduga meledak karena kebocoran bahan bakar. Tetapi lima pesawat lain sama sekali tidak diketahui bagaimana persisnya mereka bisa menghilang.

Berbagai penjelasan dibuat untuk mengungkap misteri ini, namun hasilnya tetap saja tidak memberikan solusi pasti. Inilah bencana terbesar dalam sejarah penerbangan yang menambah seram misteri Segitiga Bermuda. (Berbagai Sumber)

Barbie’s secret history

Barbie’s secret history

Pencipta Barbie????

Pencipta Barbie????

Berikut ini adalah versi lain tentang asal usul Barbie;
Barbie, boneka yang terkenal dan banyak disukai diseluruh dunia ini merupakan icon feminitas di Amrik. Boneka yang mempunyai umur terpanjang dalam penjualan sejak pertama kali di ciptakan. Namun, di sebuah desa kecil di Bavaria - Jerman, tidak akan ada kebanggaan terhadap boneka ini, yang ada hanyalah kepahitan dan penyesalan.

Barbie’s secret history, yang selama ini tidak pernah diakui tentang keberadaan Rolf Hausser, dimana dia dikhianati sejarah. Cerita tentang kenaifan kota kecil dalam perlawanan terhadap industry besar. Terlepas dari semua itu, ini tentunya cerita tragedi seorang yang sudah tua, yang namanya dihapus dari sejarah Barbie, dimana tidak banyak orang yang mengetahui dialah pencipta boneka Barbie.

Pada 1952, Lili terlahir sebagai karakter kartun di surat kabar Jerman bernama Bild Zeitung. Pada tahun 1955 terinspirasi oleh karakter kartun tersebut, kartunisnya (Beuthin) memiliki ide untuk menjadikan Lili sebagai boneka. Setelah menemukan pembuat boneka yang tepat, Rolf bersama saudaranya Kurt dengan perusahaan mereka O&M Hausser, akhirnya mereka mengkreasikan boneka perempuan dewasa yang tidak lazim pada jamannya. Sejak peluncurannya ke pasar pada 12 Agustus 1955, Lili mengalami kesuksesan luar biasa.

Pada tahun 1956, pebisnis wanita bernama Ruth Handler bersama suami dan kedua anaknya berkunjung ke Lucerne, di Switzerland. Ruth dan suaminya sendiri (Elliot) adalah pemilik Mattel, perusahaan manufaktur boneka di Amerika. Pada liburannya, dia tertarik melihat boneka wanita dewasa, Lili. Pada jaman tersebut boneka lazimnya hanyalah yang imut dan lucu dengan model bayi, melihat boneka tersebut dia membelinya dan membawa pulang (ya iyalah bawa pulang, emank mau dibawa kemana lagi?).

Setelahnya dia mengirimkan dua karyawannya ke Jepang membawa boneka Lili untuk mencarikan perusahaan manufaktur yang bisa membuatkan boneka serupa. Boneka Barbie pada khirnya sukses di dunia, namun sejarahnya tidak.

Singkatnya, setelah mengetahui Lili ditiru, Rolf hanya bisa menjual patennya ke Mattel dengan perasaan kecewa. Setelah beberapa saat dia menjual paten Lili ke Mattel, O&M Hausser kemudian mengalami kerugian dan kebangkrutan. Dunia tetap tahu Barbie diciptakan oleh Mattel, nama Barbie diambil dari nama anak Ruth Handler. Walaupun Mattel menjelaskan ke dunia bahwa Barbie kreasi dari Ruth Handler, namun tampak jelas Barbie dan Lili adalah identik.(Sumber:Fenomena Harian global)

Wanita Idola

Ikon Wanita Idola

Lucune

Lucune

Segala macam ilusi atau mungkin lebih tepat disebut imajinasi mengarah kepada keberadaan Barbie yang ‘sempurna’. Lihat saja postur tubuhnya. Rambut pirang, mata bundar berwarna biru, kaki jenjang dan perawakannya yang tinggi semampai. Sebuah gambaran ideal dan sarat dengan nilai femininitas. Bila diperhatikan dengan seksama, wajahnya pun adalah wajah yang teduh, bersahabat dan seakan-akan selalu menyapa pada siapa saja. Meski ada yang bilang, wajahnya adalah wajah yang bodoh, namun siapa saja mengamini, bahwa ada aroma kecantikan yang terpancar.

Ada nilai kepercayaan di sini. Wanita cantik dan mengumbar senyum menawan pada setiap orang tentunya memberi kepercayaan kepada orang yang belum mengenalnya untuk mendekati. Barbie yang feminin dan berambut panjang itu memberi pengaruh betapa dahsyatnya sebuah benda mati mampu memberi impian pada setiap wanita untuk mengidolakannya.

Mencari sebuah ikon budaya yang popular dewasa ini tidak sulit seiring dengan berkembangnya wacana berpikir yang disertai dengan semakin mengglobalnya acara TV dan media massa secara cepat. Bila Elvis ataupun James Bond bisa dikatakan sebagai ikon budaya yang membutuhkan peng-ideal-an seorang laki-laki, maka Barbie masuk dalam wilayah ini sejajar dengan Madonna, Cher yang memiliki kaki indah maupun Mandy Moore yang mempunyai lekuk tubuh yang bagus.

Membangun citra memang tidak hanya diraih dengan cara kepemilikan Barbie, namun bisa juga diraih oleh produk-produk maupun personal yang lebih mengedepankan citra dan gaya. Susan Pearce (1995), seorang sosiolog menekankan bahwa secara sadar atau tidak, aktifitas mengoleksi suatu produk yang sarat dengan nilai citra adalah aktifitas mengonsumsi juga. Bila demikian halnya, maka kegiatan mengoleksi bisa berarti pula tuntunan untuk mengonsumsi sebanyak mungkin.

Di samping hal tersebut, Pearce juga menganggap bahwa kegiatan mengoleksi ini adalah juga menyentuh persoalan pribadi. Disadari atau tidak, tindakan mengoleksi ini seringkali menggambarkan atau malah mengembangkan jati diri mereka. Sehingga Barbie dianggap juga tidak hanya merepresentasikan ikon konsumerisme melainkan juga ikon materialisme, yakin penggunaan barang-barang hak milik untuk menandakan dan membentuk jati diri seseorang.

Boneka Barbie Genap Setengah Abad


Si Cantik Barbie

Si Cantik Barbie

Sejak pemunculannya hingga saat ini, boneka cantik yang selalu tampil modis ini telah mewabah di kalangan remaja diseluruh dunia. Namun siapa sangka boneka trendy ini sudah berusia cukup uzur. Berkisar 2 minggu lagi, tepatnya tanggal 9 Maret 2009 nanti, Barbie genap berusia 50 tahun.

Boneka awalnya hanya satu jenis permainan yang disukai oleh anak-anak berjenis kelamin wanitta. Boneka biasanya memiliki pakaian dan menjadi bahan untuk menguji kreatifitas anak dalam berimajinasi. Dengan boneka anak-anak bisa melakukan permainan bongkar pasang. Bila bajunya tidak cocok atau disesuaikan dengan kondisi ‘cerita’nya, maka figur itu bisa dibongkar pakaiannya dan dipasang dengan pakaian yang sesuai ‘skenario’. Harganya pun mudah dijangkau.

Berbeda dengan keberadaan Barbie yang bertolak belakang dengan hal tersebut, maka Barbie lebih disukai oleh semua kalangan. Tidak hanya anak SD, mungkin anak SMP, SMU hingga ibu-ibu muda pun gemar mengoleksi benda ini. Boneka Barbie ternyata memiliki nama lengkap, ‘Barbie Millicent Roberts’, lahir 9 Maret 1959, langsung berpendidikan SMU dengan multi karir (lebih dari 70 karir) seperti Astronot, dokter,
pembalap dan yang pasti dia adalah seorang model remaja.

Nama barbie diberikan oleh Barbara Handler, anak dari Ruth Handler, pembuat dan pendiri perusahaan mainan Amerika yang bernama Mattel, pabrik dimana Barbie dibuat sejak 50 tahun lalu. Pertama kali, Barbie muncul saat pameran mainan anak-anak di New York. Kecantikannya langsung merebut hati dunia. Pada tahun pameran itu digelar penjualan Barbie telah melebihi 300 ribu unit.

Saat ini Mattel memperkirakan ada 100.000 kolektor Barbie kelas berat yang membeli 20 boneka Barbie dan mebelanjakan 1000 U$D setiap tahunnya, asal tahu saja boneka Barbie rata-rata terjual sebanyak 178.000 buah perhari dan diperkirakan 90% wanita Amerika pernah/masih memiliki boneka Barbie.

Cerita Barbie

Hari masih pagi ketika hujan rintik-rintik mengguyur Jakarta. Sinar mentari pagi redup tertutup mendung, seredup hati Sontoloyo yang gundah gulana, bingung, dan marah. Kalender baru menapakkan kakinya di angka sebelas tadi malam, dan di sakunya tinggal tersisa uang tujuh puluh enam ribu rupiah, tidak kurang dan tidak lebih.

Sebelum berangkat kantor pagi tadi, anak perempuannya yang berulang tahun hari ini kembali menagih janjinya untuk membelikan sebuah boneka Barbie yang pandai menyanyi dan menari yang pernah dilihatnya di Mall sejak dua setengah tahun yang lalu. Janji yang selalu tertunda-tunda dari tahun ke tahun.

Sontoloyo tersenyum pahit, ia berjongkok, mengusap kepala anaknya, memeluknya, dan berulang kali mencium kedua pipi sang buah hati. "Bapak berjanji akan membawakan Adik sebuah boneka Barbie yang bisa menyanyi dan menari malam ini.", Sontoloyo berkata getir sambil kembali memeluk dan menciumi kedua pipi si bungsu. Sang anak berjingkrak kegirangan, berlari-lari melapor neneknya di dapur.

Sesungguhnya, hampir setiap saat Sontoloyo berduka memikirkan kehidupannya yang tak juga beranjak dari garis merah selama bertahun-tahun lamanya. Pikirannya bingung, tak tahu bagaimana cara merubah kehidupannya. Hatinya marah pada ketidakmampuannya dalam menjamin perekonomian keluarga. Sungguh, ia dan istrinya bekerja sebagaimana orang lain bekerja, namun penghasilan mereka yang pas-pasan dan bahkan seringkali minus, semakin memperberat beban kehidupan mereka dari bulan ke bulan.

Turun dari bus, Sontoloyo ragu. Ia ingat, hari ini ia harus bayar arisan sebesar lima puluh ribu rupiah. Bila digunakan untuk membayar arisan itu, dan ternyata tidak menang, maka ia tak akan lagi punya ongkos untuk transport bekerja sampai akhir bulan. Sontoloyo sudah berhutang pada semua teman kantornya, maka tak mungkin lagi ia menambah kuota. Kegundahan jiwanya, kebingungan pikirannya, dan kemarahan hatinya kini mencapai puncaknya. Seiring dengan keputusasaannya, sebersit bisikan dari neraka membelokkan langkah Sontoloyo menjauh dari kantornya.

Langkah Sontoloyo terhenti menjelang pasar. Perhatiannya terpusat pada sebuah toko grosiran di seberang Kelurahan yang ramai dikunjungi pembeli, tak ada tukang parkir di toko itu. Dengan cepat Sontoloyo mengamati dan mempelajari lingkungan sekelilingnya. Sontoloyo segera mengambil posisi, berdiri di depan toko layaknya tukang parkir, menurunkan posisi topinya dan memperbaiki kaca mata hitamnya, menanti kesempatan.

Sebuah Revo model terbaru berhenti persis di samping Sontoloyo. Dengan masih mengenakan helm, pengendaranya bergegas turun dan setengah berlari menuju toko, tanpa mematikan motor. Seperti ikan kelaparan melihat umpan, Sontoloyo bergerak secepat angin. Dalam sekejap ia sudah duduk di atas Revo model terbaru itu.

"Kena lu!", batin Sontoloyo saat motor itu berada dalam cengkeramannya. Dengan cepat motor dikebut menjauhi pasar, ia tahu betul harus pergi kemana. Di benaknya sudah terbayang uang satu juta lima ratus ribu rupiah dalam genggaman. Hari ini Ia akan membelikan sang buah hatinya sebuah boneka Barbie yang bisa menyanyi dan menari. Boneka yang akan menjadi kebanggaan anaknya dan belum pernah seorang anakpun di lingkungannya yang memilikinya.

"Maling! Maling! Maling!", teriakan orang ramai bersahut-sahutan, berestafet, dan memancing berbagai reaksi orang di sepanjang jalan untuk menghentikan Sontoloyo.

"Bluggg!". Sebuah lemparan batu sebesar kepalan tangan mendarat keras di punggung Sontoloyo. Keseimbangannya hilang, laju motor yang dikendarainya oleng. Sontoloyo terjungkal mencium aspal. Dan dalam sekejap tubuhnya diterjang tendangan dan pukulan orang ramai.




Sementara itu di kantor, segenap rekan kerja Sontoloyo menggerutu menunggu kedatangannya, hanya Sontoloyo seorang yang sampai tengah hari belum juga kelihatan batang hidungnya untuk setor uang arisan. Pada hari seperti itu, memperoleh kepastian siapa yang mendapatkan arisan adalah lebih penting daripada ketemu Presiden. Bagi yang menang arisan, serta-merta nafasnya akan menjadi panjang, dan bagi yang tidak menang arisan akan segera tahu kepada siapa harus mengajukan injury time sampai hari gajian tiba.

"Biarlah aku yang nombokin dulu.", suara Jeng Susy sang bandar arisan memecah kebekuan suasana.

"Tapi ingat ya, kalo Sontoloyo yang menang, arisannya buat aku duluan." lanjut Jeng Susy penuh harap, ia juga belum menang arisan sampai saat ini. Semua Peserta setuju, mereka pasrah karena tidak satu orangpun yang berani mengambil resiko itu. Ya kalo Sontoloyo menang arisan hari ini, kalo tidak, bisa rugi besar, ibarat tertusuk gunting, luka di dua tempat. Sudah menjadi rahasia umum adanya, bahwa uang yang sudah dipinjamkan ke Sontoloyo susah ditagih kembali.

Dan siang hari itu, Sontoloyo benar-benar memenangkan arisan sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah, tunai!
Nah... ini teman Alyaa...
Kerenkan???


SELAMAT DATANG

Hari ini Rabu 06 Mei 2009 aku mencoba memulai memulai membuat sebuah blog yang nantinya bisa sebagai tempat curhatku. Namaku Amira Alya Andini dan umurku baru 6 tahun. Meskipun demikian itu tak harus membatasiku untuk berkarya. Semoga ke depan aku bisa lebih baik.